Kamis, 02 April 2009

Fatwa Mati Untuk Pangdam Pattimura


A
ssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kaum muslimin yang saya cintai dan saya hormati, kaum muslimin di kotamadya Ambon dan khususnya kaum muslimin yang sekarang hadir dalam tabligh akbar di kecamatan Baguala, Poka Rumah tiga yang saya cintai dan saya hormati.

Pada hari-hari ini untuk kesekian kalinya Allah Subhanahu wa Ta'ala membuktikan kepada kita, bahwa sesungguhnya kita kaum muslimin, semata-mata hanya sebagai muslimin telah menjadi sebab untuk mendidihnya kebencian musuh-musuh Allah yang terus menerus membidik kita pada setiap saat dan mempunyai ambisi untuk membinasakan kita dengan penuh kedengkian dan kebenciannya.

Dari tempat yang jauh ini saya menyampaikan atas nama segenap kaum muslimin di Indonesia betapa duka cita kami dan tersayatnya hati kami dengan meninggalnya putra putri terbaik bangsa Indonesia akibat kebidaban dan kebrutalan serta licik dan penakutnya Batalyon Gabungan TNI yang telah memerankan dirinya sebagai anjing-anjing piaraan kristen RMS.

Kita menyaksikan betapa besar kemauan mereka dalam membayar aparat gabungan ini untuk menjadi tentara bayaran guna menumpahkan darah kaum muslimin demi ambisi mereka di bawah kepemimpinan kepala preman Brigjen I Made Yasa, penjahat kemanusiaan. Yang dengan tindakan dia kedua kalinya ini kita menyatakan I Made Yasa haruslah menghadapi algojo-algojo kaum muslimin di Maluku ataupun di luar Maluku kapanpun kaum muslimin mendapatinya wajib hukumnya untuk dibunuh dan dibinasakan.

Kaum muslimin yang saya cintai dan saya hormati, untuk segenap keluarga yang ditinggalkan dengan kematian atau dengan terbunuhnya putra putri terbaik dari bangsa Indonesia ini kami menyatakan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mengingatkan tentang kedudukan kita:

"Dan Sungguh Kami akan menimpakan pada kalian berbagai cobaan hidup dengan sedikit rasa takut dan kelaparan dan kekurangan harta dan kematian orang-orang yang kamu cintai dan kekurangan buah-buahan maka beri kabar gembira kepada orang-orang yang sabar yang apabila ditimpakan berbagai malapetaka itu mereka menyatakan sesungguhnya kami semua milik Allah dan semua kami akan kembali kepada-Nya. Mereka orang-orang yang sabar itu akan terus mendapatkan shalawat dari Allah di hadapan para malaikat-Nya yaitu disebut sebut kebaikannya dengan disebut namanya dan nama bapaknya di hadapan majlis malaikat-Nya. Mereka selalu mendapat petunjuk dari Allah dan mereka mendapatkan rahmah kasih sayang daripada-Nya."

Kaum muslimin yang saya cintai dan saya hormati, juga kita menyatakan kepada segenap kaum muslimin yang berduka dengan anggota keluarganya yang terbunuh dalam berbagai pengkhianatan anjing-anjing kristen RMS, Batalyon Gabungan, pasukan bayaran kristen RMS ini kami menyatakan kepada keluarga-keluarga kaum muslimin:

"Jangan kalian menganggap orang yang terbunuh di dalam perjuangan membela agama Allah itu mati, bahkan mereka semua itu adalah hidup di sisi Tuhannya akan tetapi kalian tidak merasa."

Juga kita mengingatkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada diri kita sendiri dan segenap kaum muslimin:

"Hai orang-orang yang beriman, minta tolonglah kalian kepada Allah untuk menghadapi musuh-musuh kalian itu dengan sabar dan shalat sesungguhnya Allah selalu beserta orang-orang yang sabar."

Kemudian dengan peristiwa Kamis Berdarah kemarin itu, juga kita menyatakan bersuka cita bergembira dan mengucapkan selamat kepada segenap mujahidin yang telah bertempur dengan penuh patriotik menghadapi serangan anjing-anjing kristen RMS yang kemudian berhasil memukul mundur para anjing-anjing kristen RMS batalyon gabungan TNI itu dan menimbulkan korban yang tidak sedikit pada anjing-anjing RMS tersebut.

Kita menyatakan gembira, melihat mendengar betapa gigihnya perjuangan para mujahidin yang berjihad di jalan Allah yang bersatu padu dengan kalimat sebagai muslimin dan mengucapkan Allahu Akbar, dengan komando Allahu Akbar melawan serangan anjing-anjing kristen RMS, Batalyon Gabungan TNI yang melakukan pengkhianatan terhadap kaum muslimin dan perampokan terhadap kaum muslimin, kita bersuka cita ketika kita mendengar mampusnya delapan orang lebih dari anggota penyerang pasukan anjing-anjing kristen RMS Batalyon Gabungan TNI, delapan orang lebih dari mereka terbunuh dan antara lain adalah seorang komandan peleton dari mereka, dan kita tegaskan kepada mereka:

"Orang-orang yang terbunuh dari kami mereka ada di surga sedangkan orang-orang yang terbunuh dari kalian ada di nereka."

Kemudian kita juga mengatakan dan menasehatkan kepada segenap kaum muslimin kita mengingatkan kepada segenap kaum muslimin firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

"Janganlah kalian merasa lemah dan sedih, karena kalian ini adalah tinggi kedudukannya di sisi Allah bila kalian tetap beriman. Kalaupun dari kalian ditimpa oleh luka-luka dan korban maka sungguh pada kaum penyerang itu juga ditimpa luka-luka dan korban semisal itu. Dan memang demikianlah hari-hari Kami gilirkan diantara manusia antara kekalahan dan kemenangan agar Allah dengan cara demikian mengetahui siapakah dari orang-orang yang beriman itu yang memang tetap intiqomah di atas iman dan agar Allah dengan berbagai peristiwa itu memilih diantara kalian para syuhada untuk dimuliakan sebagai orang-orang yang terbunuh dengan mulia sehingga diangkat sebagai syuhada. Allah tidak mencintai orang-orang yang dhalim. Juga dengan berbagi peristiwa itu Allah membersihkan dosa-dosa kaum mukminin yang dengan sabar menerima malapetakan dan musibah ini dan agar Allah membinasakan orang-orang kafir."

Kemudian dalam kesempatan ini juga saya ingin mengingatkan pada kaum muslimin yang agak tergoncang dengan kebrutalan teror anjing-anjing kristen RMS Batalyon Gabungan TNI itu, kita ingatkan mereka agar jangan mereka berfikir untuk sedikit demi sedikit meninggalkan perjuangan dengan dalih ingin bermain cantik atau berbagai dalih lainnya. Kita ingatkan firman Allah di dalam Al Qur’an:

"Apakah kalian menyangka bahwa kalian ini akan masuk surga padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad, Allah belum membuktikan siapakah dari kalian yang tetap istiqomah berjihad di jalan Allah dan siapakah dari kalian ini orang-orang yang tetap sabar menjalani perjuangan ini. Dan sungguh kalian dulunya mengangan-angankan untuk mendapatkan kematian yang baik yaitu terbunuh sebagai syahid tetapi kalian telah sungguh melihat kematian itu dan sungguh kalian pasti juga akan menemuinya."

Kita ingatkan kepada mereka yang mulai berfikir untuk surut dari perjuangan ini dengan sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam:

"Janganlah kalian mengangan-angankan untuk berjumpa dengan musuh. Janganlah kalian berambisi untuk berperang melawan musuh tetapi kalau kalian sudah dihadapkan oleh Allah menghadapi para musuh-musuh Allah itu, maka mintalah kalian selalu kesejahteraan dari sisi Allah dan kalau kalian sudah bertemu dengan musuh dalam medan tempur, bersabarlah kalian dan ketahuilah sesungguhnya surga itu di bawah naungan senjata pedang-pedang kalian di dalam berjihad itu."

Kita ingatkan juga kepada mereka yang sudah mempunyai pikiran untuk mundur dari perjuangan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

"Dan tidaklah satu jiwapun akan mati kecuali dengan izin Allah karena telah tertulis kematian itu kapan terjadinya pada diri kita ini di dalam kitab yang telah ditulis padanya takdir kematian kita itu. Barangsiapa yang ingin pahala dunia, barangsiapa yang ingin keuntungan dunia Kami akan beri kepadanya. Dan barangsiapa yang ingin keuntungan akhirat Kami akan beri kepadanya. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur kepada nikmat Allah. Maka jangan kita takut mati, jangan pula kita takut kehilangan dunia atau jabatan karena ancaman para musuh-musuh Allah itu. Dan Allah menyediakan bagi kita pahala yang berlipat lebih baik dari dunia dan seisinya."

Kita katakan pula pada mereka yang mulai surut bersemangat dalam jihad fisabilillah dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

"Dan sungguh berapa banyak dari para Nabi yang mereka berperang melawan musuh-musuh Allah didampingi oleh para ulama yang bertaqwa kepada Allah dalam jumlah yang besar. Mereka yang berperang bersama para Nabi itu tidak merasa lemah ketika ditimpa malapetaka di jalan Allah, mereka tidak merasa surut semangat perjuangannya di dalam melanjutkan perjuangan di jalan Allah itu, mereka tidak merasa takut dengan teror apapun yang ditujukan kepada mereka, dan Allah memang mencintai orang-orang yang sabar. Dan ucapan para Nabi serta Ulama yang berperang di jalan Allah itu, yang mereka bersabar di jalan Allah itu ketika mendapatkan musibah di jalan Allah itu mereka menyatakan: 'Wahai Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami, dan ampunilah kami atas sikap kami yang melampaui batas dalam urusan kami, dan kokohkanlah semangat perjuangan kami di jalan-Mu dan tolonglah kami untuk menghadapi orang-orang kafir'."

Maka untuk mereka Allah berikan pahala dunia dan sebaik-baik pahala akhirat dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.

Kaum muslimin yang saya cintai dan saya hormati, dengan demikian tidak ada alasan sedikitpun bagi kaum muslimin untuk mundur dengan malapetaka apapun yang dihadapi dalam perjuangan ini. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala memastikan kepada kita sesunggungnya kemenangan itu di akhir perjuangan ini akan diberikan kepada kita.

Kemudian kita juga menasehatkan kepada Gubernur, Penguasa Darurat Sipil Maluku, dan juga kepada Kapolda Maluku dan segenap aparat muslim. Kita nasehatkan kepada mereka firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

"Wahai orang-orang yang beriman, kalau kalian mentaati orang-orang kafir itu mereka niscaya akan mengembalikan kalian kepada kekafiran sehingga kalian akan kembali kepada kerugian dan sebagai orang-orang yang rugi. Akan tetapi ingatlah sesungguhnya Allah yang memimpin kamu dan melindungi kamu. Dan Allah adalah sebaik-baik dzat yang menolong kalian."

Kita ingatkan kepada Gubernur PDS Maluku, kepada Kapolda dan segenap aparat muslim kalaupun kalian mendapatkan tuntutan-tuntutan dari para anjing-anjing kristen RMS itu untuk memerangi kaum muslimin, sungguh seandainya kalian menuruti kemauan mereka kalian tidak akan mendapatkan apa-apa dari mereka, mereka akan tetap membenci kalian, mereka akan tetap memusuhi kalian walaupun kalian telah memberikan segala-galanya pada mereka, bahkan ketika mereka teriak-teriak menuntut kalian supaya kalian menutup radio SPMM, radio Suara Perjuangan Muslim Maluku, yang menyuarakan aspirasi saudara-saudaramu kaum muslimin di Maluku ini kemudian kalian akhirnya merelakan untuk memberikan perintah untuk menyerang radio SPMM dan berusaha untuk menghancurkannya dan rela kalian untuk menumpahkan darah kaum muslimin, maka sungguh kalian tidak akan mendapatkan apa-apa dari mereka, bahkan kalian mendapatkan kemurkaan dari Allah karena kutukan kaum muslimin kepada kalian dan sungguh kalian akan mendapatkan malapetaka karena kutukan orang-orang lemah dari kaum muslimin.

Maka kita ingatkan kepada kalian, wahai Gubernur, wahai Kapolda, wahai segenap aparat-aparat muslim kita ingatkan firman Allah:

"Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan musuh-musuh kalian itu sebagai sahabat karib kalian, karena mereka itu tidak kurang kurangnya berambisi untuk mencelakakan kalian dan mereka sungguh telah menyatakan pernyataan kebencian kepada kalian dari mulut mulut mereka sedangkan apa yang disembunyikan oleh hati-hati mereka lebih besar lagi. Dan sungguh telah kami terangkan kepada kalian ayat-ayat Allah, kalau kalian memang mau berakal untuk memahaminya."

Kaum muslimin yang saya cintai dan saya hormati, dengan demikian maka sungguh segala serangan dari anjing-anjing kristen RMS Batalyon Gabungan TNI ataupun serangan dari mana saja terhadap kaum muslimin justru akan semakin memicu, mengobarkan api semangat perjuangan untuk membela kehormatan kaum muslimin, membela kehormatan generasi ini, dan kemudian membela kehormatan bangsa dan negaranya, membela dan mengawal integritas nasional negara kesatuan Republik Indonesia menghadapi pemberontak yang sedang dilindungi oleh I Made Yasa ataupun oleh anggota klandestin yang menyelinap di dalam tubuh TNI dengan atas nama prosedur yang benar dalam menjalankan tugas dengan atas nama demi keamanan dan ketertiban dengan atas nama demi penegakan hukum dan berbagai slogan-slogan penipuan para pencoleng, para penjahat, para pembunuh yang mempunyai dendam tradisional kepada kaum muslimin karena kaum musliminlah yang menolak segala ajakan untuk memberontak kepada negara kesatuan Republik Indonesia ini, kaum musliminlah yang akan terus menggagalkan upaya jual beli Maluku atau segala bentuk pengkhianatan yang dilakukan oleh para jenderal-jenderal tengik, para penjahat-penjahat para elit politik yang memang mereka adalah pengkhianat bangsa dan negara. Wallahu a’lam bis showab.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan semoga saya diberi kesehatan oleh Allah untuk segera bergabung dengan para mujahidin di Maluku, dan semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memudahkan bagi saya. *** (red)

Selengkapnya......

Kisah Aneh Seorang Pendeta Yang Masuk Islam


M
ungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-’Alam al-Islami di sana.

Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarakan perkara penting.

Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, “Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?” ia tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja boleh.”

Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.!

Sily berkata, “Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifitasku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.


Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan!

Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khas kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.

Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, “Bukankah anda seorang pendeta?” Aku jawab, “Benar.” Lantas ia bertanya kepadaku, “Siapa Tuhanmu?” Aku katakan, “Al-Masih.” Ia kembali berkata, “Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.” Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang membuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlintas olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.

Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, “Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.” Aku katakan, “Kalau begitu, coba beri jawabannya!” Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban.

Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.

Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, “Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu… Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…” lantas akupun tertidur.

Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut. Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, “Wahai Ibrahim!” Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, “Kamu Ibrahim… kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?” Aku jawab, “Benar.” Ia berkata, “Lihat ke sebelah kananmu!” Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!” Lanjut lelaki itu.

Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada.

Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.

Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, “Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.” Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.

Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, “Selamat datang ya Ibrahim!” Aku terperanjat mendengarnya. Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lantas ia melanjutkan ucapan-nya, “Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk hamba-Nya yaitu Islam.” Aku katakan, “Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?” Ia menjawab, “Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.” Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, “Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?” Ia berkata, “Benar.”

Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah telah memberiku hidayah kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya. Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di atas tanah sujud kepada Allah.” Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, “Demi Allah sesungguhnya Allah SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.” Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.

Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka. Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.

Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku. Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami. Mereka berkata kepadaku, “Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.” Aku katakan, “Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.” Mereka semua terdiam.

Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, “Sesungguhnya Vatikan me-mintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.”

Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, “Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.” Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta.

Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri kisahnya.

Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da’i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar’i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.

Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma’had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?” Ia menjawab, “Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.”

Setelah Ibrahim selesai mengisahkan kepada kami bahwa perhatiannya sekarang hanya tertumpah untuk dakwah kepada agama Allah, ia meninggalkan kami menuju suatu daerah… medan dakwah yang penuh dengan pengorbanan di jalan Allah. Aku perhatikan wajahnya berubah dan pakaiannya bersinar. Aku heran ia tidak meminta bantuan dan tidak menjulurkan tangannya meminta sumbangan. Aku merasakan ada yang mengalir di pipiku yang membangkitkan perasaan aneh. Perasaan ini seakan-akan berbicara kepadaku, “Kalian manusia yang mempermainkan dakwah, ti-dakkah kalian perhatikan para mujahid di jalan Allah!”

Benar wahai sudaraku. Kami telah tertinggal… kami berjalan lamban… kami telah tertipu dengan kehidupan dunia, sementara orang-orang yang seperti Da’i Ibrahim Sily, Da’i berbangsa Spanyol Ahmad Sa’id berkorban, berjihad dan bertempur demi menyampaikan agama ini. Ya Rabb rahmatilah kami.


Selengkapnya......

S
unnah beliau tersebut mengingatkan saya pada sebuah hadits riwayat Abu Dawud dari Anas r.a. berikut ini.

Ada seseorang duduk di sisi Nabi saw, mendadak ada seseorang berlalu [di depan mereka]. Orang [yang duduk itu] berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh aku mencintai orang itu.”

Nabi bertanya, “Apa kau sudah memberitahu orang itu bahwa kau mencintai dia?”

Jawabnya, “Belum.”

Bersabda Nabi saw., “Beritahulah dia!”

Maka dikejarnya orang itu dan kemudian dikatakan kepadanya, “Sungguh aku mencintaimu karena Allah.”

Jawabnya, “Semoga Allah mencintaimu sebagaimana kau mencintaiku karena Dia.


Sejalan dengan hadits tersebut, bersabda pula Nabi saw, “Bila seseorang mencintai saudaranya [sesama muslim], hendaklah ia memberitahu dia bahwa ia mencintai dia.” (HR Abu Dawud dari al-Miqdad bin Ma’di Karib r.a.)

Dengan demikian, oleh Nabi saw, kita dianjurkan untuk mengekspresikan rasa cinta. Memang, pada dua hadits riwayat Abu Dawud itu, rasa cinta yang dimaksudkan adalah cinta dalam arti umum, bukan sekadar asmara. Namun, hadits riwayat Thabrani yang kita simak kemarin lusa menunjukkan bahwa “beliau menampakkan belas kasihnya” kepada sepasang lelaki-perempuan yang saling mengungkapkan cinta asmara. Itu berarti bahwa beliau merestui ekspresi cinta asmara. (Lihat Abdul Halim Abu Syuqqah, Kebebasan Wanita, Jilid 5, hlm. 75)

Jadi, di samping bahwa cinta itu bukan dosa, mengekspresikannya pun ternyata direstui junjungan kita, Muhammad saw. Oleh karena itu, akankah kita membiasakan diri merahasiakan rasa cinta asmara?


Selengkapnya......
 

surat untukmu orang kafir Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2008